Skip to main content

Mau UANG?? Kirim artikel yang berkaitan dengan ceruk Blog eNews Daily DISINI. Artikel/tulisan yang disetujui akan dapat imbalan Fee, atau dapat ditukar dengan pemberian Backlink dari Kami (Nofollow!)

×

10 Tips Mendidik untuk Membangun Karakter Anak Sejak Usia Dini

10 Tips Mendidik untuk Membangun Karakter Anak Sejak Usia Dini
Tips Mendidik untuk Membangun Karakter Anak Sejak Usia Dini
Images source: Pixabay.com

10 Tips Mendidik untuk Membangun Karakter Anak Sejak Usia Dini

Selain ingin anaknya tumbuh menjadi generasi yang cerdas, setiap orang tua juga ingin anaknya memiliki karakter yang baik. Dalam proses pertumbuhan dan juga perkembangannya, anak belajar melalui pengamatan dari perilaku orang lain beserta lingkungan di sekitarnya.

Oleh karena itu, pola asuh dan cara mendidik untuk membangun karakter anak sejak dini oleh orang tua berperan besar dalam pembentukan karakter anak. Jika orang tua memberikan contoh yang baik dan menanamkan nilai-nilai positif, maka kelak anak akan memiliki karakter yang baik pula.

Saat anak sudah masuk Taman Kanak-Kanak (TK), kemampuan berpikir anak akan meningkat. Anak TK biasanya banyak bertanya dan memiliki rasa ingin tahu yang besar tentang banyak hal. Pada usia ini merupakan waktu yang tepat untuk membekali anak dengan pemahaman sehingga dapat berperilaku baik. Berikut merupakan tips untuk membangun anak sejak usia dini.

TOC / Daftar Isi

10 Tips untuk Membangun Karakter Sejak Usia Dini

1. Mengajarkan Hal Positif Secara Terus Menerus

Memberi contoh agar anak berperilaku baik. Biasakan anak Anda untuk mengatakan "terima kasih" ketika diberi sesuatu, "Tolong" ketika dia ingin meminta bantuan, dan "maaf" untuk mengakui kesalahannya. Ketika kita mengatakan "Nak, tolong ambilkan saya buku" dan "Dapatkan buku, nak", mungkin artinya sama, tetapi yang pertama tampaknya lebih sopan. Jika orang tua mengatakan sesuatu dengan sopan, ini dapat menimbulkan respons yang berbeda dari anak.

Kita juga harus membiasakan untuk mengucapkan “Terima kasih” ketika ingin meminta bantuan kepada anak. Karena dia sudah terbiasa mendapatkan ucapan terima kasih, dia akan lebih mudah membiasakan diri untuk mengucapkan terima kasih.

Back to Content ↑

2. Memberi Penjelasan Tentang Karakter Positif

Anak TK biasanya telah mempunyai kemampuan komunikasi cukup baik sekaligus dapat menerima berbagai penjelasan. Selain untuk mengajarkan kebaikan, orang tua harus menjelaskan kepada anak-anaknya supaya sang anak memahami pentingnya untuk berperilaku baik.

Misalnya, mengapa kita harus menyapa dan tersenyum ketika bertemu orang lain, atau mengapa kita tidak boleh mengambil barang milik orang lain tanpa izin pemiliknya. Jelaskan kepada anak agar mereka tidak melihat perintah atau larangan sebagai paksaan.

Back to Content ↑

3. Mengajak Anak Mendiskusikan Perilaku Baik

Ajaklah anak untuk mendiskusikan perilaku yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, ketika seorang teman berebut mainan, maka salah satu dari mereka memukulnya sehingga anak yang lain menangis. Ajukan pendapat anak dan ajukan pertanyaan yang dapat mempertajam kepekaan mereka terhadap kejadian di sekitar mereka.

Back to Content ↑

4. Melakukan Pengulangan dan Peringatan

Menanamkan karakter positif pada anak memang tidak mudah. Pendidikan karakter harus diajarkan secara terus menerus sehingga menjadi kebiasaan. Dibutuhkan kesabaran dan kesabaran dari orang tua dalam membimbing dan memberikan contoh agar karakter anak dapat terbentuk dengan sangat baik.

Bahkan, pekerjaan ini juga bisa dilanjutkan sesuai usia anak. Mendidik anak TK dengan anak yang sudah remaja tentunya berbeda, orang tua harus mengupdate informasi terkait pendidikan anak dan menerapkannya secara berkesinambungan.

Back to Content ↑

5. Memberikan Koreksi

Ketika seorang anak melakukan sesuatu yang buruk, orang tua harus memarahinya dan menunjukkan kepadanya bagaimana berperilaku dengan benar. Misalnya, ketika anak merampas mainan temannya, kita bisa mengingatkan anak bahwa perbuatan tersebut tidak baik, kemudian memberikan contoh bagaimana meminta izin dengan sopan. Dengan demikian, anak tidak hanya merasa disalahkan tetapi juga memahami perilaku apa yang harus dilakukan.

Back to Content ↑

6. Konsisten

Dalam mendidik anak supaya mempunyai karakter yang positif, maka orang tua juga harus mempunyai sikap seperti yang sedang diajarkan.

Back to Content ↑

7. Mengajarkan Anak Menjadi Pribadi yang Mandiri

Mungkin pertanyaan yang terkadang muncul di benak orang tua adalah bagaimana menumbuhkan sikap mandiri pada anak, setiap orang tua berharap agar anaknya dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri. Menjadi mandiri berarti tidak selalu bergantung pada orang lain, namun bukan berarti mandiri tidak membutuhkan orang lain.

Lantas bagaimana cara menumbuhkan sikap mandiri pada anak? agar sikap mandiri dapat tumbuh pada anak, sebaiknya jangan terlalu memanjakan anak, biarkan anak melakukan apa yang bisa ia lakukan sendiri, seperti mengajari anak membersihkan tempat tidur sendiri, memakai baju sendiri, mengikat tali sepatu.

Maksudnya dalam mendidik anak menjadi pribadi yang mandiri, orang tua berperan dalam memberikan arahan dan bantuan kepada anak, jika ada yang tidak dapat dilakukan oleh anak maka orang tua memberikan bantuan kepada anak dan bantuan yang diberikan harus dilakukan. bersama-sama dengan anak sehingga mereka mandiri dalam dirinya. anak dapat disematkan.

Back to Content ↑

8. Menanamkan Nilai-Nilai Religi (Agama)

Sejak dini, anak-anak harus diajarkan untuk belajar beribadah agar kelak ketika dewasa nilai-nilai agama sudah tertanam kuat dalam kepribadiannya. Oleh karena itu tidak ada salahnya ketika Anda beribadah Anda mengajak anak-anak Anda untuk beribadah bersama.

Selain itu, Anda dapat menceritakan kisah teladan dari tokoh agama terkenal sehingga anak Anda dapat meniru sifat-sifat baik dari karakter tersebut. Selain itu, dengan belajar agama yang baik dan benar, sudah pasti anak Anda akan tumbuh menjadi manusia yang berakhlak mulia.

Back to Content ↑

9. Jangan Terlalu Menekan Anak

Terkadang beberapa orang tua bersikap otoriter terhadap anaknya tanpa disadari, hal ini dapat berdampak buruk bagi anak. Salah satu sikap otoriter yang biasanya ditunjukkan oleh sebagian orang tua adalah mengontrol anak secara berlebihan. Hal ini tidak salah namun sedikit kurang tepat, namun seperti yang kita ketahui bahwa sikap otoriter yang terkadang ditunjukkan oleh orang tua merupakan bentuk kasih sayang terhadap buah hati.

Namun bagaimana jika si anak menganggap sikap otoriter yang kadang-kadang ditunjukkan oleh orang tua sebagai tindakan yang menekan kebebasannya? Sebagian orang tua yang baik usahakan untuk tidak terlalu otoriter kepada anak Anda, yang perlu Anda lakukan adalah memberikan pengertian yang baik kepada anak, biarkan anak Anda melakukan apa yang dia suka asalkan itu positif, walaupun anak Anda melakukan kesalahan maka nasehatilah dengan bijak dan penuh kasih.

Selain itu, jangan membebani anak Anda dengan target yang besar, misalnya menuntut anak Anda menjadi juara kelas, atau juara kompetisi dan lain-lain tanpa mengajarkan keterampilan dan pemahaman yang memadai karena hal ini justru dapat membuat anak tertekan dan pada akhirnya bisa menjadi stres dan frustasi. putus asa jika dia gagal mencapai apa yang Anda harapkan darinya.

Back to Content ↑

10. Bangun Komunikasi yang Baik dengan Anak

Tidak sedikit anak dengan orang tuanya memiliki komunikasi yang kurang baik sehingga seolah-olah ada pembatas antara orang tua dan anak dalam keluarga, gejala komunikasi yang buruk dapat diketahui dari perilaku anak yang kurang terbuka terhadap orang tua, enggan dan canggung. ketika berhadapan dengan orang tua mereka dan lainnya. Oleh karena itu komunikasi yang baik harus dibangun sejak dini antara orang tua dan anak.

Bagaimana membangun komunikasi yang baik antara anak dan orang tua sejak dini? Sangat mudah sebagai orang tua Anda harus meluangkan waktu untuk mendengarkan keluhan anak Anda, meluangkan waktu untuk mendengarkan cerita anak Anda tentang hal-hal yang telah dialami atau jika perlu sebagai orang tua Anda harus banyak bertanya kepada anak Anda dengan lembut, karena contoh menanyakan anak Anda bagaimana kabarnya, bagaimana kabarnya? sekolah dan lain-lain.

Dengan begitu pola komunikasi antar orang tua menjadi lebih baik sehingga anak bisa menjadi lebih terbuka kepada orang tuanya. agar ketika seorang anak memiliki masalah, mereka tidak ragu untuk menceritakan kepada ayah dan ibunya tentang masalah yang dialami, dengan begitu anak Anda akan tumbuh menjadi pribadi yang terbuka.

Back to Content ↑

Demikian ulasan tentang Tips Mendidik untuk Membangun Karakter Anak Sejak Usia Dini, Sekian, Terima Kasih dan Semoga Bermanfaat!