Skip to main content

Mau UANG?? Kirim artikel yang berkaitan dengan ceruk Blog eNews Daily DISINI. Artikel/tulisan yang disetujui akan dapat imbalan Fee, atau dapat ditukar dengan pemberian Backlink dari Kami (Nofollow!)

×

Tips Untuk Meningkatkan Literasi Keuangan dengan Mudah

Tips Untuk Meningkatkan Literasi Keuangan dengan Mudah
Tips Untuk Meningkatkan Literasi Keuangan dengan Mudah
Images source: Pixabay.com

Tips Untuk Meningkatkan Literasi Keuangan dengan Mudah

Di era teknologi yang berkembang pesat ini, hampir semua bidang terkena dampaknya, termasuk keuangan. Nah, salah satunya proses transaksi yang dulunya hanya tunai kini beralih ke digital. Anda pasti tahu bahwa ada berbagai macam layanan transaksi digital yang menjamur saat ini, seperti mobile banking, dompet digital atau e-wallet, pemindaian kode QR, dan lain-lain.

Kemudahan ini harus diimbangi dengan adanya kemampuan literasi keuangan yang baik supaya Anda tidak terlalu sering untuk bertransaksi. Agar kemampuan literasi keuangan Anda semakin baik, berikut beberapa tips untuk meningkatkan literasi keuangan Anda dengan mudah.

TOC / Daftar Isi

Apa itu Literasi Keuangan?

Literasi keuangan adalah pemahaman dan keterampilan yang kita perlukan untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan keuangan, baik untuk tujuan jangka pendek maupun jangka panjang, guna mencapai kemakmuran. Literasi keuangan mencakup pengelolaan pendapatan beserta pengeluaran dengan baik, termasuk penganggaran keuangan, proteksi keuangan, hingga investasi yang dilakukan.

Hasil di masa depan bisa sangat beragam dan sangat luas, mulai dari dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan baik, mampu membiayai sekolah anak hingga perguruan tinggi, memiliki rumah. Singkatnya, masalah keuangan yang biasa dialami, seperti memiliki tumpukan utang, taruhan yang lebih besar dari pilar, tidak memiliki tabungan, hingga belum siap pensiun, tidak akan dialami oleh orang yang memiliki tingkat literasi keuangan yang baik.

Kedengarannya sah, bukan? Memang, ketika kita membuat rencana keuangan, itu berarti kita sedang merencanakan hidup. Padahal, jika kita sudah membuat rencana warisan, kita juga sedang merencanakan kehidupan anak cucu kita setelah ditinggalkan. Dan itu semua membutuhkan literasi keuangan yang baik.

Back to Content ↑

Memahami Literasi Keuangan

Dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih maka banyak dimanfaatkan oleh berbagai sektor, salah satunya yaitu untuk keuangan. Kini, produk dan layanan keuangan semakin beragam dan tersebar luas serta menjangkau hampir semua lapisan masyarakat. Dulu orang bertransaksi secara tunai, sekarang sudah beralih ke transaksi online atau digital dengan menggunakan jasa lembaga keuangan.

Masyarakat saat ini semakin sadar akan fungsi produk dan jasa keuangan, sehingga tergerak untuk menggunakannya dalam setiap transaksi keuangan. Misalnya seperti pengiriman uang, pembelian menggunakan kartu kredit, pembayaran dengan dompet digital, pemindaian kode QR, termasuk menggunakan kredit tanpa agunan sebagai modal usaha, dan lain sebagainya.

Hal ini menunjukkan bahwa produk dan layanan keuangan semakin penting bagi individu untuk memahami bagaimana menggunakannya secara bertanggung jawab. Dengan semakin canggihnya teknologi dalam bidang keuangan, harus diiringi dengan meningkatnya keterampilan beserta kemampuan untuk mengelola keuangan. Artinya, tingkat literasi keuangan masyarakat harus lebih tinggi.

Hal ini karena masyarakat dituntut untuk memahami apa itu produk dan jasa keuangan dan bagaimana menggunakannya. Keuangan sangat penting dalam masyarakat modern. Maka dari itu kurangnya literasi keuangan bisa berdampak negatif terhadap pencapaian kesuksesan finansial untuk jangka panjang. Sayangnya, kebutaan finansial masih belum sepenuhnya teratasi.

Rendahnya tingkat literasi keuangan maka dapat menyebabkan individu ataupun kelompok masyarakat menjadi terjerumus. Contoh konkrit, banyak orang yang terjebak dalam jeratan hutang secara terus-menerus, sehingga 'menggali lubang untuk menutupi lubang' untuk dapat memenuhi kebutuhannya. Hal ini dapat disebabkan oleh manajemen keuangan yang buruk yang mengakibatkan keputusan pengeluaran yang buruk, atau kurangnya persiapan keuangan dalam jangka panjang.

Disadari atau tidak, ketika seseorang terjebak dalam jebakan utang yang tak berujung, ia pada gilirannya akan mengalami keterpurukan, di mana risiko gagal bayar tinggi, nilai kredit buruk, penjualan aset, bahkan kebangkrutan. Orang-orang tampaknya tidak menyadari bahwa ketika mereka mudah berhutang, mereka akan jatuh lebih dalam atau terjerat lebih kuat.Di sisi lain, literasi keuangan yang buruk justru membuat orang sangat mudah menjadi korban penipuan keuangan.

Back to Content ↑

Pentingnya Literasi Keuangan

1. Masyarakat Menanggung Lebih Banyak Beban Keputusan Keuangan

Dulu, perencanaan pensiun hanya dimiliki oleh pegawai negeri sipil. Namun, kini telah bergeser bahwa pegawai swasta pun dapat memiliki dana pensiun. Dana pensiun pegawai swasta dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, sedangkan dana pensiun pegawai negeri dikelola oleh Taspen. Program pensiun ini bersifat wajib sebagai persiapan untuk memenuhi biaya hidup di masa pensiun.

Back to Content ↑

2. Pilihan Produk Keuangan yang Bervariasi dan Kompleks

Saat ini, produk dan layanan keuangan semakin beragam dan kompleks, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri. Di suatu lembaga keuangan misalnya, produk tabungannya bermacam-macam, seperti tabungan umum, tabungan haji, tabungan pendidikan, tabungan pelajar, dan lain-lain. Tidak hanya tabungan, ada berbagai produk investasi. Pilihannya bisa berdasarkan tingkat bunga yang ditawarkan, jatuh tempo, dan fasilitas lainnya.

Back to Content ↑

3. Bantuan Pemerintah Terbatas

Pemerintah berkewajiban untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Namun, bukan berarti pemerintah menanggung seluruh biaya hidup rakyat. Pemerintah memberikan bantuan berupa subsidi agar beban hidup yang dirasakan masyarakat tidak terlalu berat. Selain itu, pemerintah juga memberikan jaminan sosial bagi kelompok masyarakat tertentu, biasanya masyarakat menengah ke bawah yang rentan terhadap kemiskinan.

Sayangnya, jaminan sosial yang diberikan pemerintah terbatas. Artinya dana jaminan sosial yang diberikan akan habis seiring berjalannya waktu. Semakin mandiri secara finansial, maka akan semakin tinggi pula tingkat literasi keuangan masyarakat.

Back to Content ↑

4. Rentang Hidup Lebih Lama

Manusia pada umumnya hidup lebih lama dari makhluk hidup lainnya. Artinya, jumlah uang yang dibutuhkan untuk membiayai kehidupan semakin meningkat. Belum lagi jika sudah menikah, akan ada anak yang kebutuhannya juga harus dipenuhi. Mulai dari konsumsi sehari-hari, sandang, hiburan, hingga pendidikan sesuai dengan taraf hidup yang layak.

Back to Content ↑

Tips Meningkatkan Literasi Keuangan

1. Belajar Keuangan 30 Menit Seminggu

Tips pertama untuk meningkatkan literasi keuangan adalah dengan berkomitmen pada diri sendiri untuk mengenal dan belajar tentang keuangan seperti keuangan pribadi setiap minggu selama 30 menit. Lakukan kegiatan ini dengan santai agar Anda menikmati prosesnya saat belajar. Tips ini bisa Anda mulai dengan membaca buku keuangan pribadi, mencari informasi tentang produk kredit di internet, atau mengikuti seminar keuangan yang sedang diadakan.

Back to Content ↑

2. Membuat Anggaran

Tips meningkatkan literasi keuangan selanjutnya adalah membuat anggaran setiap bulan. Anda harus melakukan ini agar Anda dapat melacak jumlah pengeluaran dan pendapatan yang Anda peroleh setiap bulan. Anda bisa membuat pencatatan anggaran ini secara manual atau dengan bantuan aplikasi yang sudah banyak tersedia di Google Play Store smartphone Anda. Anggaran yang Anda coba buat sudah termasuk pendapatan, biaya tetap bulanan, dana darurat, dan tabungan juga!

Back to Content ↑

3. Melakukan Diskusi

Berdiskusi adalah tip jitu berikutnya untuk meningkatkan literasi keuangan. Anda bisa mulai mencari teman atau saudara yang memiliki pemahaman tentang dunia keuangan. Akan lebih baik lagi jika Anda bisa berdiskusi dengan orang-orang yang sudah sukses secara finansial sehingga Anda bisa belajar banyak dari mereka.

Selain itu, Anda juga harus mencoba bergabung dengan komunitas keuangan yang memfasilitasi diskusi tentang masalah keuangan. Ini akan sangat membantu dalam mendapatkan pengetahuan baru tentang keuangan serta belajar dari pengalaman anggota masyarakat.

Back to Content ↑

4. Konsultasi Keuangan

Tips meningkatkan literasi keuangan yang tidak boleh dilewatkan adalah konsultasi keuangan dengan ahlinya. Pastikan Anda berkonsultasi dengan Financial Planner yang sudah memiliki CFP (Certified Financial Planner). Dengan melakukan konsultasi keuangan ini tentunya selain dibantu untuk masalah keuangan, Anda juga bisa mendapatkan saran dan pertimbangan masalah keuangan pribadi agar tidak salah langkah nantinya.

Back to Content ↑

5. Menabung dan Berinvestasi

Menabung adalah prinsip keuangan yang paling dasar dan umum dikenal. Namun, masih belum banyak orang yang bisa menabung penghasilannya setiap bulannya meski terkesan sederhana. Menabung juga bukan hanya soal menyimpan uang di rekening bank tetapi bisa juga dalam bentuk investasi.

Dengan menginvestasikan uang yang Anda miliki dapat berkembang berkat bunga majemuk yang Anda dapatkan. Selain itu, Anda juga dapat melatih literasi keuangan yang telah Anda pelajari melalui menabung dan berinvestasi.

Back to Content ↑

Demikian ulasan tentang Tips Untuk Meningkatkan Literasi Keuangan dengan Mudah, Terima Kasih dan Semoga Bermanfaat!